Banjarmasin PPKM Level II, Sejumlah Masjid Mencabut Tanda Pembatas Jarak Shaf Jamaah

terasbanua.com, Banjarmasin - Seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 di Banjarmasin saat ini.

Sejumlah masjid di Banjarmasin, terlihat sudah mulai melepas tanda pembatas jarak shaf salat antar jamaah.


Pemandangan tersebut dapat dilihat di Masjid Al Jihad yang berlokasi di Jalan Cempaka Besar No.19, Kertak Baru Ulu, Banjarmasin Tengah, Senin (25/10/2021) siang.


Berdasarkan pantauan jurnalis terasbanua.com ke lokasi. Kondisi terbaru, masjid tersebut sudah bersih tanpa ada tanda pembatas jarak lagi.


Dimana sebelumnya, hal itu diberlakukan karena situasi pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu sempat mengalami peningkatan kasus.


Menurut Ali, seorang jamaah masjid Al Jihad mengatakan pemberlakuan salat tanpa jarak atau shaf yang dirapatkan sudah dilakukan sejak pekan lalu.


"Shaf sudah dirapatkan sejak salat Magrib, Minggu (17/10/2021) lalu," ujar Ali.


Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menuturkan bahwa untuk saat ini, masih belum ada anjuran dari pihaknya mengenai pelepasan tanda pembatas jarak di masjid.


Meskipun melihat dari kondisi terkini, kapasitas jamaah masjid sudah diperbolehkan hingga 50 sampai 70 persen.


"Sebenarnya kami tidak menganjurkan untuk dilepas (tanda pembatas jarak di masjid) karena belum ada arahan," ungkap Ibnu saat ditemui awak media, di Balai Kota Banjarmasin, Senin (25/10/2021) pagi.


Lebih lanjut, Ibnu menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terlebih dahulu sebelum mengeluarkan izin mengenai hal tersebut.

"Dari pemerintah memang masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri dan kesepakatan dari pemerintah pusat," bebernya.


Menurut Ibnu, lepasnya tanda pembatas jarak itu disebabkan karena mengikuti ketentuan di Arab Saudi yang sudah mencabut aturan jaga jarak atau sosial distancing di Masjidil Haram.


"Mungkin mereka hanya mengikuti aturan Mekkah yang sudah mencabut itu dan viral. Jadi akhirnya masjid-masjid mengikuti itu," ujar Ibnu.


Meskipun begitu, Ibnu menegaskan bahwa tidak melarang jika masjid-masjid di Banjarmasin memberlakukan itu.


Pasalnya, hingga saat ini capaian vaksinasi di Banjarmasin belum mencapai target 75 persen sampai 80 persen. Sehingga bisa disebut masih belum aman jika kembali merapatkan shaf salat jamaah di masjid.


"Kalau saya masih mentoleransi selama jamaah semua sudah divaksin. Tapi kalau jamaah belum divaksin ya kita khawatirkan akan terjadi penularan lagi," pungkasnya.


Walaupun begitu, ia tetap berpesan kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.


"Walaupun kita tidak bisa mencegah jamaah dan pengurus masjid melepas itu. Tapi kami tetap imbauan jaga prokes," akhirnya.


Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi baru-baru ini.


Ia memaklumi hal tersebut terjadi karena masyarakat sudah mulai merindukan salat berjamaah dengan shaf rapat di masjid. Mengingat sudah 2 tahun lamanya jaga jarak diberlakukan.


"Artinya kesadaran masyarakat sendiri lah. Mereka juga sudah tahu cara menghindari penyebaran Covid-19. Makanya kita serahkan kepada masyarakat atas keputusan itu. Namun tidak lupa untuk terus mengimbau prokes" pungkasnya.


(Hamdiah)

3 tampilan0 komentar