Banjarmasin Dinyatakan PPKM Level 2, Ini Beberapa Kelonggaran Yang Diterapkan

terasbanua.com, Banjarmasin - Terus mengalami perpanjangan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 pada sebelumnya.

Operasi yustisi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan oleh petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub di sepanjang Jalan A Yani Kilometer 6 (dokumentasi). Foto Hamdiah.

Akhirnya Kota Banjarmasin dinyatakan lepas dari level 4 oleh Menteri Koordinasi (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto melalui konferensi pers di kanal Youtube, Senin malam (18/10/2021).


Dalam konferensi pers tersebut, Airlangga yang juga menjabat sebagai Koordinator Penanganan Covid-19 Indonesia luar Jawa dan Bali itu juga menyebutkan bahwa kota Banjarmasin berhasil turun ke level 2.


Menanggapi kabar baik tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak yang selama ini terus berupaya untuk bisa menurunkan status level PPKM di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini.


"Itu adalah hasil usaha kita bersama-sama yang taat dengan protokol kesehatan," ucapnya saat ditemui awak media di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Selasa (19/10/2021).


Merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendgari) Nomor 54 Tahun 2021. Tentu ada perbedaan aturan pada Imendagri sebelumnya.


Ibnu Sina menjelaskan bahwa untuk sektor esensial seperti, keuangan, perbankan, pasar modal, dan teknologi informasi, perhotelan, industri orientasi ekspor kelonggaran yang diberikan sudah bisa sampai 100 persen untuk kapasitasnya.


Sedangkan untuk kapasitas restoran, cafe, rumah makan, tempat wisata, olahraga, ruang publik dan lainnya untuk kelonggaran diberikan hingga 50 persen. Dimana pada status level 4 sebelumnya hanya diberlakukan 25 persen saja.


"Pergerakan ekonomi sudah bisa dilonggarkan dan mudah-mudahan ini bisa membawa dampak positif untuk bangkitnya ekonomi Banjarmasin. Itu yang paling utama dan yang terpenting menerapkan prokes," harapnya Ibnu Sina.


Adapun untuk Tempat Hiburan Malam (THM) di Banjarmasin untuk saat ini masih belum bisa dibuka.


Menurut Ibnu Sina perlu persiapan yang mantang untuk dibuka kembali. Guna menghindari terjadinya penyebaran virus Covid-19 dan cluster baru.


"THM mungkin belum karena kita coba akan persiapkan dengan betul-betul. Tapi kalau untuk wisata itu sudah bisa dibuka tapi memang sebelumnya harus dipersiapkan," ujarnya.


"Jangan sampai membludak tanpa terkendali karena pembatasan masih dilaksanakan. Hanya levelnya saja yang turun," sambungnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan ini.


"Kita bersyukur kepada Allah. Capaian ini tentu atas kerja sama semua pihak TNI-Polri dan Satpol PP," tuturnya.


Ia menyebutkan bahwa kunci keberhasilan ini tak lepas dari peran masyarakat yang sudah mulai taat dengan protokol kesehatan dalam beraktivitas.


Tak hanya itu, upaya lainnya seperti gerakan vaksinasi juga terus gencar dilakukan agar pembentukan herd immunity di Kota Banjarmasin tercapai dengan cepat.


"Saat ini ayo kita meningkatkan imunitas dengan bervaksin dan berolahraga secara teratur. Tentunya harus tetap disiplin dengan protokol kesehatan," akhirnya.


(Hamdiah)

17 tampilan0 komentar