Bangun Jembatan Darurat Pascabanjir di Hantakan HST, TNI dan Relawan Bahu-Membahu

TERAS BANUA, HULU SUNGAI TENGAH - Sejumlah akses jalan banyak terputus akibat banjir bandang di Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah (HST).

Bahu-mebahu, TNI bersama relawan membangun jembatan darurat di Murung B Hantakan./Foto istimewa
Bahu-mebahu, TNI bersama relawan membangun jembatan darurat di Murung B Hantakan./Foto istimewa

Air bah yang menerjang Hantakan pada Rabu (13/1/2021) malam lalu membuat jalan tertimbun tanah dan batang pohon. Bahkan jembatan-jembatan pun terputus akibat musibah ini.


Berdasarkan data BPBD HST yang dirilis Diskominfo per 31 Januari tadi, banjir yang menerjang hampir di seluruh kecamatan se HST menyebabkan ratusan fasilitas umum rusak.


Diantaranya, ada 65 jembatan dan 91 titik ruas jalan dengan panjang total mencapai 50.140 meter yang rusak.


TNI-Polri hingga para relawan dari berbagai instansi maupun organisasi turun bahu membahu membuka akses jalan. Mereka bergotong royong membangun jembatan darurat demi melancarkan pendistribusian bantuan.


Salah satu akses jalan yang dibangun tersebut yakni, jembatan yang menghubungkan Desa Murung-B dengan Desa Patikalain dan Papagaran di Hantakan.


Jembatan yang menghubungkan ke 3 desa itu kini bisa dilalui.


Babinsa Koramil 1002-07/Pagat, Sertu Sanu mengatakan, jalan dan jembatan itu sebagai urat nadi masyarakat Pegunungan Meratus. Sebab dengan akses jalan tersebut, warga melaksanakan aktivitasnya.


“Jembatan darurat ini sangat vital. Terutama untuk akses distribusi bantuan kepada warga yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor,” kata Sertu Sanu, Senin (1/2/2021).


Sementara itu Danramil 1002-07/Pagat, Kapten Inf Andi Tiro menuturkan, jembatan darurat yang dibangun bersama relawan dan masyarakat itu merupakan jembatan yang kedua dibangun.


"Dengan dibangunnya jembatan darurat ini, akses jalan sudah bisa dilalui menggunakan kendaraan roda empat," pungkas Andi Tiro.


Sejauh ini, TNI sudah mengerahkan puluhan pasukannya, baik dari Kodim 1002 Barabai maupun Yonif 612 Manuntung untuk membuka akses jalan di wilayah yang terisolir. Terutama akses jalan yang tertimbun longsor yang menghubungkan antar desa hingga kecamatan di Hantakan.


Dalam perjalanan yang ditempuh prajurit selama 4,5 jam berjalan kaki menuju ke Desa Datar Ajab misalnya, prajurit menemukan sedikitnya 27 titik longsor yang menutupi ruas jalan. Karena itu akses jalan menuju desa tersebut sulit dilalui kendaraan.


TNI dan BNPB pun mengerahkan helikopter untuk mendistribusikan logistik ke Datar Ajab. Ada 3 helikopter secara bergantian mengantar logistik.


Kemudian, di Desa Kindingan. TNI menurunkan alat berat eksavator untuk membuka jalan yang tertimbun longsor.


"Bersama masyarakat dan para relawan, kita membuka akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan yakni, Hantakan dan Haruyan," tutup Babinsa Koramil 1002-07/Pagat, Serda Sapto.


(ASL)

4 tampilan0 komentar