• Krisna

Balita Diduga Tewas Dianiaya, Keluarga Berharap Kejanggalan Dapat Segera Terungkap

terasbanua.com, Banjarmasin - Satreskrim Polresta Banjarmasin melakukan pembongkaran makam dan autopsi jenazah balita berinisial NMA (4) yang diduga mengalami penganiayaan, pada Senin (24/5/2021).

Selesai dilakukan autopsi terhadap jenasah balita yang diduga tewas dianiaya, keluarga melakukan doa bersama. Foto: Krisna.

Pelaksanaan autopsi disaksikan langsung oleh pihak keluarga NMA dan pasca dilakukannya autopsi, mereka langsung melakukan doa bersama di depan pusara. Kini keluarga korban berharap agar kasus ini dapat segera terungkap.


Kakek korban berinisial SY (45) mengungkapkan bahwa ia merasa curiga saat melihat kejanggalan dari jenazah cucunya yang saat itu terbaring dengan bekas lebam di sekujur tubuhnya, padahal menurut keterangan dari ibu tiri korban bahwa NMA dalam kondisi tersebut karena jatuh dari sepeda.


Atas dasar kecurigaan tersebut pihaknya pun melaporkan kejanggalan tersebut ke Polresta Banjarmasin untuk mengetahui penyebab kematian korban dan proses hukum lebih lanjut.


"Saat di rumah sakit itu sempat ada kejanggalan yaitu NMA mengalami biru lebam, maka dari itu hari ini untuk mengetahui kebenarannya dilakukan autopsi," terangnya.


Ia mengungkapkan bahwa ia jadi melaporkan kecurigaannya karena merasa tidak terima atas kondisi janggal jenazah cucu pertamanya yang sebelumnya telah ditinggal meninggal ibunya tersebut.


"Ketika di rumah sakit melihat langsung kejanggalan tersebut perasaan seperti tidak terima cucu yang sudah tidak ada mamanya lagi harus meninggal dalam keadaan seperti itu," ungkap kakek korban tersebut.


Diketahui korban yang dari kecil ditinggal oleh ibu kandungnya itu dibesarkan oleh SY selama empat tahun, kemudian dijemput oleh ayah kandungnya dan ibu tiri korban. Namun menyedihkan, hanya sekitar kurang lebih tiga bulan semenjak dibawa kejadian nahas itu terjadi.


Atas kejadian tersebut, kini pihak keluarga hanya bisa menunggu hasil autopsi dan berharap kejanggalan tersebut dapat segera terungkap.


Mengingatkan kembali, sebelumnya Satreskrim Polresta Banjarmasin pada Senin (24/5/2021) mulai pukul 10.00 Wita di TPU Taman Makam Pulau Beruang. Satreskrim Polresta Banjarmasin melakukan pembongkaran terhadap makam balita tersebut untuk dilakukan otopsi.


Kasatreskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi didampingi Kanit PPA Ipda Misya Ananda mengatakan bahwa pihaknya mendatangkan Forensik dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin didampingi oleh Biddokes Polda Kalsel.


"Kami hari ini mendatangkan Dokter Spesialis bedah, Dr Milla untuk melakukan otopsi terhadap mayat balita tersebut guna mencari petunjuk dan alat bukti penyebab kematiannya," terang Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Senin (24/5/2021).


Kegiatan tersebut diperkirakan berlangsung kurang lebih sekitar dua jam, dari pengamatan dilapangan diketahui jenazah balita yang sudah 20 hari tersebut masih terlihat utuh, putih pucat.


"Kita tunggu hasil otopsinya, semoga ada hasil yang terbaik," pungkasnya.


(Krisna)

20 tampilan0 komentar