• Krisna

Ayah Pemerkosa Anak Kandung Di Banjarmasin Dituntut Kebiri

terasbanua.com, Banjarmasin - Kasus ayah pemerkosa anak kandung yang terjadi di Banjarmasin sudah masuk tahap baru. Kini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin memberikan tuntutan 20 tahun penjara serta tuntutan tambahan kebiri kimia terhadap terdakwa pemerkosaan terhadap anak kandung.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banjarmasin Denny Wicaksono. Foto: Krisna.
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banjarmasin Denny Wicaksono. Foto: Krisna.

Kasi Pidum Kejari Banjarmasin Denny Wicaksono mengatakan bahwa kini persidangan kasus tersebut sudah sampai pada agenda pembacaan tuntutan.


"Kasus pemerkosaan anak kandung tersebut sudah sampai pada agenda pembacaan tuntutan, kami selaku JPU memberikan tuntutan maksimal 20 tahun dan tambahan tuntutan kebiri kimia," ungkap Denny.


Namun, dikatakan oleh Denny Wicaksono, bahwa bagaimana vonis hukumannya nanti terhadap pelaku semua tetap tergantung pada hakim. Pihaknya sebagai Jaksa Penuntut Umum hanya menyampaikan dan membacakan tuntutan.


"Apabila nanti hakim memberikan vonis kebiri kimia terhadap pelaku, hal tersebut merupakan yang pertama dilakukan di Kalimantan Selatan," terang Kasi Pidum Kejari Banjarmasin.


Dikatakannya, tuntutan yang diberikan terhadap terdakwa berinisial AS (46) warga Kecamatan Banjarmasin Utara itu sudah sepadan dengan perbuatannya.


"Tuntutan itu sudah sebanding dengan perbuatan terdakwa yang tega memperkosa kedua anak kandungnya yang masih dibawah umur," pungkasnya.


Untuk diketahui, sebelumnya Kepolisian Resort Kota Banjarmasin berhasil menangkap seorang pelaku pencabulan anak di bawah umur berinisial AS (45) yang diketahui adalah ayah kandung dari korban.


Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan mengatakan pelaku yang sudah cerai dari istrinya tersebut melakukan aksi bejatnya sejak korban masih berumur 11 hingga 13 tahun dan pertama kali di tahun 2019.


"Saat itu pelaku malam malam mematikan lampu kemudian mau melakukan aksi bejatnya, merasa anak perempuannya itu menolak, ia pun mengancam korban dengan sebilah parang agar mau menuruti keinginan pelaku," ucapnya.


"Motifnya karena pelaku memiliki hasrat ingin melakukan hubungan suami istri tetapi tidak ada pasangan sehingga melampiaskan terhadap korban," tambahnya.


Ia menjelaskan berdasarkan visum terhadap korban, pelaku memang benar mencabuli korban dimana hasilnya menunjukan ada luka robek pada kemaluan korban.


"Korban yang merupakan pelajar tersebut, karena masih di bawah umur sekarang kami lakukan pendampingan dan konseling agar dia tidak stress akibat kejadian yang menimpanya tersebut," terang Perwira Menengah tersebut.


Kapolresta Banjarmasin mengungkapkan bahwa pelaku melakukan kejahatannya tersebut dalam keadaan sadar dan tidak terpengaruh obat. Atas perbuatan pelaku, ia terancam hukuman 20 tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 81 Ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


"Terhadap pelaku akan diperiksa kejiwaannya ke psikiater, apakah ada kelainan jiwa atau tidak, yang pasti untuk sekarang keinginannya itu maniak," ungkapnya.


(Krisna)

20 tampilan0 komentar