Atasi Banjir, Wabup Batola Instruksikan Bongkar Bangunan di Atas Sungai

TERAS BANUA, BANJARMASIN - Tidak akan surut semangat dan upaya sebelum banjir benar-benar surut, itulah kira-kira kalimat yang pas menggambarkan pemerintah daerah Barito Kuala beserta jajarannya dalam menanggulangi bencana banjir yang menggenangi wilayah kabupaten Barito Kuala yang terjadi sudah tiga pekan ini.

Jurnalis terasbanua.com berkesempatan mengikuti kegiatan Wakil Bupati Barito Kuala Rahmadian Noor yang meninjau langsung sungai-sungai di wilayah Kecamatan Alalak dan beberpa komplek perumahan yang masih terdampak banjir, Selasa (2/2/2021).


Dengan menggunakan mobil pick up Satuan Polisi Pamong Praja, Rahmadi diikuti jajarannya menyusuri kelurahan dan desa yang terdampak banjir, saat meninjau langsung lokasi sungai dan perumahan terdampak banjir terlihat Rahmadi berdiskusi dan meminta jajarannya untuk mengambil langkah guna menanggulangi genangan air yang rata-rata masih diatas mata kaki orang dewasa atau sekitar 20 centimeter.


Tak peduli panasnya matahari Rahmadi terus berjalan kaki menyusuri genangan air di sekitar perumahan warga.


Sudah tiga pekan rutinitas seperti itu dilakukan Rahmadi, siang ataupun malam, panas maupun hujan, hal tersebut dilakukannya dalam kegiatan tanggap banjir yang menimpa wilayah pemerintahannya.


Saat ditanya jurnalis terasbanua.com mengenai langkah apa yang dilakukan baik jangka pendek dan panjang dalam penanggulangan bencana banjir, Rahmadi mengungkapkan bahwa untuk tanggap daruratnya jajarannya akan melakukan pengerukan sungai dimulai sungai yang berada di wilayah Kelurahan Handil Bakti tepatnya disamping SDN Alalak terus ke Desa Semangat Dalam.


"Namun berhubung banyaknya bangunan liar yang berada di atas sungai kami sudah menyurati camat untuk segera berkoordinasi dengan lurah dan kepala desa serta ketua RT agar warga atau pedagang yang mendirikan bangunan di atas sungai tersebut untuk segera melakukan pembongkaran secara mandiri" ungkapnya.


"Setelah meninjau beberapa lokasi perumahan seperti Mitra Bhakti, Persada Raya 3, Persada Raya Permai, Keruing dan Yasmin Residence memang ada beberapa sungai yang perlu pengerukan atau pendalaman, namun karena sungainya kecil maka kita akan menyesuaikan alat yang akan mengeruk sungai tersebut," tambahnya.


Mengenai jangka panjang atau rencana ke depannya Rahmadi mengatakan bahwa pemerintah daerah akan melakukan Rencana Program Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP), dengan melakukan kajian secara menyeluruh, berdasarkan kajian tersebut maka pemerintah daerah bersama pihak terkait akan melakukan revisi perda perumahan terutama yang terkait dengan drainase, jalan lingkungan perumahan dan hal-hal yang dirasa sangat perlu dalam upaya pencegahan banjir ke depannya.


Selain itu Rahmadi juga meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk mencari peta yang lama agar mengetahui beberapa titik sungai biar nantinya sungai tersebut bisa di normalisasi.


Disinggung mengenai solusi untuk para pedagang yang warungnya harus dibongkar, Rahmadi mengatakan setelah melakukan kegiatan tanggap darurat tersebut pemerintah daerah akan mengupayakan tempat relokasi bagi para pedagang yang terdampak pembongkaran pengerukan sungai.


Mengenai pengerukan sungai, Evi warga Komplek Semangat Sejahtera mengaku senang mendengar kabar tersebut, "semoga cepat dilakukan, banjir cepat teratasi dan semoga tidak terjadi lagi," harapnya.


(Sf)

46 tampilan0 komentar