Asparnas dan Dispar Kalsel Bagikan Bantuan Sembako untuk Pelaku Usaha Pariwisata Terdampak Banjir

terasbanua.com, Banjarmasin - Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kalsel bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Kalsel peduli memberikan bantuan kepada para pelaku usaha pariwisata.

Kiri Kadis Pariwisata Kalsel, M Syarifuddin dan kanan Ketua Asparnas Kalsel, Wellemharto. Foto : istimewa

Penyerahan bantuan sendiri merupakan bentuk rasa kemanusiaan pihaknya terhadap korban terdampak bencana banjir. Terutama pelaku usaha pariwisata. Wellemharto pun menjelaskan bantuan tersebut merupakan inisiatifnya untuk membantu meringankan kehidupan mereka dengan membagikan sembako.


"Sasaran yang akan kami bantu, para pelaku usaha pariwisata yaitu tukang klotok dengan menyasar tiga titik dari Jembatan Barito, Lokbaintan dan Sungai Lulut," ucap Wellemharto, Ketua Asparnas Kalsel kepada awak media, di Banjarmasin, Sabtu (13/2/2021).


Bantuan yang disalurkan pun berupa paket bahan pokok yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula dan lainnya.


"Dari 120 paket bantuan yang sudah terkumpul terdiri dari Asparnas Pusat dan Dispar Kalsel dan stakeholder lainnya," tuturnya Wellemharto.


Sebagai asosiasi di bawah Kementerian Pariwisata, lanjut Wellemharto, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk Dispar untuk melakukan strategi agar pemulihan pariwisata bisa bangkit kembali.


"Tempat-tempat pariwisata akan kita bina dengan baik, kita bangkitkan kembali semangat untuk pengembangan destinasi wisata agar bisa menggeliat di Kalsel," pungkasnya Wellemharto.


Sementara itu, Kepala Dispar Kalsel, M Syarifuddin sangat mengapresiasi kegiatan kemanusiaan ini bersama Asparnas Kalsel untuk membantu para pelaku usaha pariwisata yang terdampak banjir dan pandemi Covid-19.


Pihaknya juga akan terus mendukung Asparnas Kalsel yang ikut berkontribusi dalam menyalurkan bantuan kepada yang terdampak pandemi Covid-19 dan banjir seperti acil jukung.


"Ke depannya, kita akan melakukan pemulihan terhadap destinasi yang terdampak pandemi Covid-19 dan banjir," terang Syarifuddin.


(Hamdiah)

13 tampilan0 komentar