Apresiasi Kreasi Indonesia Digelar untuk Kebangkitan Ekonomi

terasbanua.com, Banjarmasin - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menghadiri acara Apresiasi Kreasi Indonesia yang berlangsung di Atrium Duta Mall Kota Banjarmasin. Selasa (12/7/2022).



Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, Pemenang Medali Emas Olimpiade Ganda Puteri 2020, Greysia Poli, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sahbana Atmojo, Forkopimda, serta Sejumlah Pimpinan SKPD pemerintah Kota Banjarmasin dan Provinsi Kalimantan Selatan.


Menparekraf dalam sambutannya mengucapkan, terima kasih kepada Gubernur Kalsel, Wali Kota beserta jajarannya karena berhadir diacara Apresiasi Kreasi Indonesia.


"Terima kasih kepada semua yang telah berhadir pada hari ini, dan beri tepuk tangan kepada 20 peserta yang saya banggakan mengisi booth acara Apresiasi Kreasi Indonesia,"ucapnya.


Sandiaga Uno sedikit berbagi program dari kemenparekraf, yaitu Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) yang telah berkeliling ke 16 kota di Indonesia.


"Banjarmasin, Kalimantan Selatan terpilih menjadi house, dan hari ini kita ada di Duta Mall. Kemenparekraf ingin membangkitkan semangat pelaku usaha karena sekarang ekonomi ada dalam keadaan sulit,"pungkasnya.


"Harga bahan pokok naik, biaya hidup naik, penghasilan turun, lapangan kerja susah, nah Apresiasi Kreasi Indonesia lah yang hadir hari ini yang akan memberikan solusi, dengan memberikan tempat bagi UMKM-UMKM kreatif agar kita naik kelas,"tambahnya.


Ia pun mengharapkan target UMKM yang terdigitalisasi pada tahun 2024 tercapai yaitu 30 juta UMKM, sekarang UMKM yang terdigitalisasi sekitar 20 juta.


"Saya ingin titipkan jiwa pantang menyerah kepada seluruh UMKM yang ada di Indonesia khususnya Kota Banjarmasin. Saya harap kalian semua jangan takut gagal, karena kegagalan itu sudah pasti terjadi pada seorang pengusaha,"ucapnya.


"Terakhir saya ingin menitipkan kerja 4As. Pertama, kerja keras, mau sukses harus kerja keras. Kedua, kerja cerdas, gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, gunakan digitalisasi dengan kerja cerdas. Tapi tidak cukup, kita harus kerja tuntas, karena kita tidak boleh berhenti sebelum kerja selesai. Dan terakhir kerja ikhlas, karena kita berusaha tapi Allah yang akan menentukan,"tutupnya.


Diskominfotik/Hamdiah

2 tampilan0 komentar