Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan ASN, Pemko Gelar Tes Urine Rutin

terasbanua.com, Banjarmasin - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine kepada seluruh Apartur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.



Bukan karena adanya salah satu oknum ASN yang tersandung kasus narkoba baru-baru ini yang membuat kegiatan tes urine diberlakukan di ASN lingkungan Pemko Banjarmasin.


"Memang sudah rutin dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan dilaksanakan secara acak," ungkap Ibnu, Jumat (10/6/2022).


Dalam pelaksanaan ini pun lanjutnya, sudah dianggarkan melalui alokasi anggaran di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Banjarmasin.


Ia membeberkan di tahun 2022 ini, ada sebanyak 2 ribu ASN di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadi target tes urine yang dilaksanakan secara acak.


Tentunya ia berharap seluruh ASN di lingkungan Pemko Banjarmasin bersih dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut.


"Mudah-mudahan tidak ada yang terlibat narkoba," tutupnya.


Sementara itu secara terpisah, Kepala BKD Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan bahwa pelaksanaan tes urine dilakukan secara bertahap hingga Oktober 2022.


"Berkala pelaksanaan tes urine, tidak bisa langsung semua," ungkapnya.


Tentunya kegiatan ini sendiri sebagai antisipasi dalam upaya pencegahan dan memastikan ASN se Kota Banjarmasin tidak terlibat dalam penggunaan barang terlarang.


Apalagi baru-baru ini, lanjutnya ada oknum ASN diduga menggunakan obat terlarang tersebut yang masih dalam tahapan proses penyelidikan oleh Polresta Banjarmasin.


"Sejauh ini hasil dari tes masih aman," imbuhnya.


Tidak hanya dilakukan kepada seluruh ASN saja, tes urine juga dilakukan pada ribuan tenaga honorer terutama di SKPD Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin yang memiliki tenaga honorer paling banyak.


Adapaun untuk tindaklanjut dari pihaknya ke oknum ASN yang diduga menggunakan narkoba?


Ia mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima surat atau hitam diatas putih kepastian hal tersebut dari tim penyidik.


Oleh karena itu, pihaknya pun belum bisa menentukan sanksi apa yang akan diberikan. Jika terbukti maka oknum ASN tersebut telah melanggar aturan kode etik ASN dan tercela.


"Tentunya akan ada sanksi, jika terbukti kita tunggu ajalah hasilnya seperti apa," pungkasnya.



Hamdiah

3 tampilan0 komentar