Anggota Koperasi Sipatuo Sejahtera ungkap Penggelembungan Kartu Plasma Yang Dikelola Koperasi

terasbanua.com, Kotabaru - Koperasi pengelola kebun plasma kelapa sawit, ternyata beberapa tahun lalu sudah pernah diadukan kepada Polisi.

Anggota Koperasi Sipatuo Sejahtera mengungkap perbedaan penggunaan anggaran pengurus baru dan pengurus lama. Foto Her
Anggota Koperasi Sipatuo Sejahtera mengungkap perbedaan penggunaan anggaran pengurus baru dan pengurus lama. Foto Her

Dua anggota Koperasi Sipatuo Sejahtera mengaku sudah pernah mengadukan pengurus koperasi ke Polres Kotabaru soal pertanggung jawaban pengelolaan kebun plasma milik anggota.


Selain pengelolaan penggunaan dana simpanan pokok dan simpanan wajib, dua anggota ini juga mengadukan soal kartu plasma yang tidak sesuai dengan jumlah luasan lahan plasma yang dikerjasamakan dengan perusaahan perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh Koperasi Sipatuo Sejahtera.


Pengawas Koperasi Sipatuo Sejahtera, Mastono, didampingi Anggotanya Abdul Samad, mengungkapkan kepada awak media, (28/04/2021), tidak pernah dilaksanakan rapat anggota tahunan (RAT), selama tiga tahun terakhir.


"Tiga periode pengurus baru Koperasi Sipatuo Sejahtera tidak pernah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT). Bagaimana anggota bisa mengetahui penggunaan dananya kemana saja" ujarnya.


Mastono, juga mengatakan, penggunaan dana jauh berbeda dengan yang dipakai pengurus lama dan dibanding pengurus baru.


"Pengurus baru Koperasi Sipatuo Sejahtera, yang diperuntukan untuk biaya rental mobil selama satu tahun Rp 120 juta, biaya keamanan untuk satu tahun Rp 138 juta, dan biaya konsumsi pada hari itu juga Rp 189 juta," ungkapnya.


Sedangkan pengurus lama, lanjut Abdul Samad, tidak pernah ada yang namanya penggunaan dana untuk rental mobil.


"Sangat jauh berbeda di catatan penggunaan dana. Pengurus lama tidak pernah menggunakan biaya rental mobil, sedangkan penggunaan biaya konsumsi pada saat RAT hanya Rp 26 juta," pungkasnya.


(Her)

163 tampilan0 komentar