Anggaran 24,9 Miliar Untuk Penambahan Fasilitas Gedung II RS Sultan Suriansyah

terasbanua.com, Banjarmasin - Rencananya di Gedung II RS Sultan Suriansyah akan di bangun lift yang menyambungkan langsung ke gedung utama beserta dekorasi, toilet dan perlengkapan lainnya termasuk taman.



Adapun rencana penambahan fasilitas RS Sultan Suriansyah tersebut telah dianggarkan sekitar Rp 24,9 niliar dan telah masuk dalam proses lelang.


"Itu dianggarakan 24,9 miliar, ya kalau digenapkan 25 miliar lah. Itu nanti buat membangun menyambung gedung, membangun lift, toilet dan lainnya," ucap Direktur RS Sultan Suriansyah, Syaukani saat dihubungi via WhatsApp, Senin (28/2/2022).


Walaupun sudah dianggarkan, Syaukani tidak begitu yakin akan cukup dengan anggaran tersebut. Pasalnya rencana pembangunan dengan anggaran itu belum tentu semuanya bisa tercover. 


Mengingat, rencana tersebut merupakan planning yang sudah di list di tahun 2019 lalu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.


Bisa saja harga sekarang berubah. Maka dari itu, pihaknya mengkonsultasikan dengan Pemko Banjarmasin untuk biaya itu kepada konsultan.


"Mudahan saja biaya belanjanya tidak banyak berubah. Sehingga anggaran 24,9 miliar itu efektif digunakan," tuturnya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah hasil konsul sudah muncul. Baru akan dimulai lelang yang bila tidak berhalangan Maret depan dilaksanakan.


Kemudian lagi, bila pemenang lelang sudah dipubliskan maka pembangunan akan segera dijalankan.


"Penyelesaian pembangunan itu ditarget tahun ini selesai. Setelah itu baru mengisi tenaga medisnya dan karyawan rumah sakit," terangnya.


Disisi lain, ia mengungkapkan bahwa baru saja merekrut sekitar 50 orang sebagai pegawai RS Sultan Suriansyah. Dimana nantinya dibagi dua yakni pegawai medis dan pegawai non medis.


Adapun untuk tenaga medis, seperti dokter, perawat, bidan, hingga apoteker. Kemudian tenaga non medis itu seperti petugas kebersihan, admin dan keamanan.


Mereka yang direkrut nanti merupakan pegawai yang dianggarkan melalui RS Sultan Suriansyah alias tidak menggunakan APBD.


Oleh sebab itu, pengadaan pegawai ini juga harus menyesuaikan dengan perwali sebagai dasar hukumnya agar kemudian tidak menjadi masalah.


"Mulai dari penggajian dan opersional ini dasarnya dari perwali. Karena terkait ini dikelola rumah sakit sendiri dan tidak menggunakan APBD," tutupnya.


(Hamdiah)

3 tampilan0 komentar