Akui Salah, Pengelola THM Dapat Surat Peringatan Usai Penuhi Panggilan Satpol PP Banjarmasin

terasbanua.com, Banjarmasin - Usai memenuhi panggilan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin, terkait pelanggaran Perda Nomor 12 Tahun 2016 yang dilakukan oleh pengelola Tempat Hiburan Malam (THM).

Ket foto : Operasional Manajer Caviar Lounge and Resto, Sugito menunjukkan surat izin usaha usai penuhi panggilan Satpol PP Banjarmasin. Foto Hamdiah

Operasional Manajer Caviar Lounge and Resto, Sugito pun angkat bicara usai pertemuan tersebut.


Ia mengakui atas kesalahan yang dilakukan pihaknya dan telah memenuhi panggilan oleh Satpol PP.


Kendati demikian, ia beralasan bahwa pihaknya hanyalah pendatang baru. Tak hanya itu, nekatnya beroperasi di malam Jumat pun karena melihat pesaing lainnya juga buka. Sehingga pihaknya berani ikut-ikutan buka.


"Tadi saya dapat surat peringatan, saya terima tegurannya. Tapi jika kami ditindak saya minta dengan keras kepada Satpol PP juga harus menindak yang lainnya. Harus adil dan jangan tebang pilih. Jangan cuman Caviar saja yang disorot karena Caviar lagi di atas sekarang," katanya usai memenuhi panggilan tersebut di Kantor Satpol PP yang terletak di Jalan K.S Tubun, Banjarmasin Selatan, Senin (20/9/2021).


"Bahkan saya tidak terima jika nanti ketika Minggu depan melihat ada tempat lain buka," tegasnya.


Selain itu, ia juga mengklarifikasi bahwa Caviar Lounge and Resto memiliki dua izin yakni izin Restoran dan izin Bar. Bahkan ia juga mengaku sudah memiliki TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) hanya saja masih belum aktif.


"Bukan izinnya yang lengkap. Tapi kami juga ada TDUP hanya saja belum aktif. Itu baru dari Kementerian untuk daerahnya masih belum. Jadi kita melengkapi secepatnya," pungkasnya.


Melalui izin restoran tersebut pihaknya tetap bisa beroperasi pada malam Jumat itu. Hanya saja dengan konsep restoran tentunya. Adapun konsep bar terpaksa ditutup untuk malam Jumat sebagaimana dalam aturan Perdanya.


"Jadi kita boleh buka malam Jumat tapi hanya konsep restoran saja," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin menjelaskan bahwa pemanggilan pengelola THM tersebut tentunya untuk memberikan surat teguran.


Selain itu, kepada pengelola THM pun diminta untuk tidak mengulangi lagi dan mematuhi aturan yang berlaku.


"Mereka berjanji untuk tidak mengulangi lagi pelanggaran buka di malam Jumat itu," tuturnya.


Sebagaimana Instruksi Wali Kota Banjarmasin yang meminta Satpol PP melakukan penguatan patroli khususnya THM di Banjarmasin. Muzaiyin mengaku pihaknya terus melakukan patroli hanya saja tidak dilakukan setiap hari.


"Tapi secara rutin tiga atau dua kali kita lakukan pemantauan. Adanya arahan tersebut kita coba lebih giatkan kembali ke depan untuk memastikan semua mematuhi ketentuan Perda yang ada tersebut," ungkapnya.


Muzaiyin juga menegaskan apabila masih ada THM yang beroperasi di malam Jumat. Maka pihaknya tidak segan memberikan teguran yang sama.


"Kita lakukan tindakan yang sama. Jadi kesamaan dimata hukum kita lakukan seperti itu. Kami juga terima kasih ini sebagai masukan dan saran kepada kita, meskipun keterbatasan kita dan adanya hal-hal yang tidak bisa kami awasi secara keseluruhan," pungkasnya.


Tak hanya itu, untuk menghindari hal serupa terjadi kembali. Pihaknya juga akan menyurati seluruh pengelola THM di Banjarmasin, untuk mengingatkan kembali aturan yang berlaku di dalam Perda Nomor 12 Tahun 2016 bahwa aturan tersebut wajib dipatuhi.


(Hamdiah)

18 tampilan0 komentar