Air Sungai Keruh Dan Rumah Beton Retak Disinyalir Akibat Kegiatan Pertambangan

Diperbarui: 12 Apr 2021

terasbanua.com, Kotabaru - Warga masyarakat Desa Sungup Kanan, Keluhkan air keruh pekat tidak bisa digunakan untuk di konsumsi.

Kegiatan pertambangan Batu Bara, sumber: google
Kegiatan pertambangan Batu Bara, sumber: google

Keruhnya air sungai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, khususnya Warga Desa Sungup Kanan, Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru.


Berdasarkan pantauan Awak Media di lapangan pada Rabu (3/2/2021) ada empat RT Warga Desa Sungup Kanan yang terdampak air sungai keruh pekat yang tidak bisa lagi digunakan untuk kebutuhan primer.


Air Sungai keruh disinyalir akibat adanya aktivitas pertambangan batu bara, hal ini disampaikan oleh Jainudin Ketua RT 01 Desa Sungup Kanan, yang ditemui awak media.


"Semenjak adanya aktivitas pertambangan disini, sejak itulah air sungai tidak bisa lagi dikonsumsi," kata Jainudin.


Seperti yang kita ketahui, lanjut Jainudin, masyarakat Desa Sungup Kanan khususnya di empat RT, semua mengkonsumsi air sungai untuk kebutuhan primer.


"Selain di RT 01, dampak penambangan menyebabkan terganggunya sumber air bersih warga, juga terjadi di tiga RT yaitu, RT 02, RT 03, dan RT 04," bebernya.


Selain keluhkan air keruh pekat, warga juga ungkap dampak aktivitas pertambangan batu bara seperti kegitan blasting atau peledakan.


"Beberapa rumah masyarakat retak, akibat getaran dari kegiatan blasting atau peledakan. bangunan beton rumahnya retak, karena area tambang hanya berjarak 300 meter dari perkampungan," ungkap Rusdiansyah Warga Desa Sungup Kanan RT 04.


Menanggapi keluhan warga, Sekretaris Desa Sungup Kanan Zulkipli membenarkan keluhan masyarakat imbas kegiatan dari penambangan batu bara.


Menurut Zulkipli, keluhan terganggunya sumber kebutuhan air bersih dan kebisingan oleh deru mesin kegiatan. Selain imbas dari blasting.


"Sekitar 10 surat aecara tertulis sudah kami terima keluhan warga tiap-tiap RT," ujarnya


Sebagai pemerintahan Desa, Zulkipli sepakat dengan warga mengadakan pertemuan dengan perusahaan.


"Nanti kami akan dijadwalkan waktunya. Kapan bisa, dan saya akan memberitahukan ke perusahaan," pungkasnya.


(Her)

10 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua