• Krisna

AHY: KLB Ilegal Dapat Merusak Demokrasi Di Negeri Kita

terasbanua.com, Jakarta - Kongres Luar Biasa (KLB) oleh sekelompok orang yang mengaku-ngaku mengatasnamakan Partai Demokrat di Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Jum'at (5/3/2021) itu adalah Ilegal. Hal tersebut dinyatakan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: istimewa.

AHY menyayangkan adanya KLB ilegal tersebut, karena dinilainya acara seremonial tersebut dapat merusak demokrasi dalam negeri.


"Saya sendiri termasuk sekjen telah memegang surat pernyataan kesetian dan penolakan KLB dari para Ketua DPD dan DPC seluruh Indonesia. Sekitar 93 persen pemilik suara sah berada ditempatnya masing masing," ucap Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.


Ketua Umum Partai Demokrat yang sah sesuai hasil kongres di Jakarta 2020 lalu tersebut juga menyayangkan sejumlah media yang hadir karena paksaan dan juga imbalan berupa uang, posisi, dan kedudukan.


"Bukan hanya kedaulatan, kehormatan dan eksistensi Partai Demokrat yang di pertaruhkan disini. Namun, nasib dan masa depan demokrasi di negeri kita," tuturnya.


"Apa jadinya jika ada aktor-aktor tertentu yang merasa memiliki kekuatan politik, kekuatan uang lalu dengan sewenang-wenang mengambil alih partai politik yang sah dan berdaulat dengan cara yang ilegal, hancurlah demokrasi kita," tambahnya.


Ia menegaskan Partai Demokrat dalam hal ini tidak hanya sedang menyuarakan hak mereka, namun juga menyuarakan perjuangan mereka yang terus konsisten dalam menjaga demokrasi agar tetap hidup di negeri kita.


"Bagaimana bisa mereka yang bukan anggota Partai Demokrat, yang jelas jelas tidak memiliki KTA bisa diakui menjadi anggota dan kemudian mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi Ketua Umum, tentu ini melecehkan administrasi dan segala prinsip yang digunakan Partai Demokrat selama ini," Tegas AHY.


Ketua Umum Partai Demokrat yang sah tersebut juga berpesan kepada semua kader Demokrat agar tidak gentar menghadapi ujian ini. Karena justru dengan adanya ujian ini akan membuat Partai Demokrat semakin kuat dan semakin solid ke depannya.


"Mari rapatkan barisan. Selamatkan Partai Demokrat, selamatkan demokrasi," pungkasnya.


(Krisna)

0 tampilan0 komentar