Agar Tidak Ribet, ADM di Menara Pandang Dipindah Ke Kantor Dukcapil atau Kantor Kecamatan

terasbanua.com, Banjarmasin - Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Banjarmasin yang berada di lantai dasar Gedung Menara Pandang Siring Tendean Banjarmasin akan dipindah.



Rencananya ADM yang diresmikan Wali Kota Banjarmasin pada tahun 2021 lalu itu akan dipindah di Kantor Dukcapil atau Kantor Kecamatan.


Adapun alasan pemindahan letak ADM sendiri, karena dirasa kurang efesien dalam pengunaannya selama ini oleh masyarakat.


"Ke depannya akan kita tarik Kantor Dukcapil atau Kecamatan agar mengurus berkas di satu tempat saja masyarakat," ungkap Kepala Dukcapil Kota Banjarmasin, Yusna Irawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/7/2022) kemarin.


Pasalnya, sebelum ADM bisa beroperasional untuk mencetak berkas penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran di ADM itu. Masyarakat harus mendaftar terlebih dahulu ke Kantor Dukcapil.


Tidak hanya itu, sebelum berkas bisa tercetak. Masyarakat juga harus memerlukan pin untuk bisa mengakses ADM yang hanya bisa didapat langsung pada petugas pelayanan di Kantor Dukcapil ataupun di Kantor Kecamatan.


"Dengan di pindah ke kantor langsung. Maka akan lebih memudahkan masyarakat agar tidak bolak balik untuk prosesnya," ujar Yusna.


Disinggung mengenai pin untuk bisa mengakses ADM, apakah tidak bisa didapat secara online oleh masyarakat?


Ia menegaskan bahwa pemberian pin untuk proses mencetak berkas penting di ADM tidak bisa sembarangan.


Harus dilakukan verifikasi terlebih dahulu oleh petugas layanan Dukcapil, guna memastikan bahwa yang mengurus berkas merupakan yang bersangkutan.


"Verifikasinya ialah dengan cara mengecek NIK nya yang prosesnya itu di Dukcapil. Setelah valid, baru diberikan pin nya," terangnya.


"Jadi tidak sembarangan pin kita berikan kepada masyarakat. Apalagi sekarang prosesnya sudah SIAK terpusat artinya verifikasi langsung di Kementrian," imbuhnya.


Di samping itu, ia menegaskan bahwa keberadaan ADM yang merupakan hibah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut bukan terabaikan.


Melainkan, karena memang ada proses yang harus disesuaikan agar bisa beroperasional dengan optimal.


"Pada prinsipnya Kementrian itu menginginkan kemudahan dan ini yang sekarang kita jalankan," pungkasnya.


Hamdiah

15 tampilan0 komentar