Adegan Rekonstruksi Ungkap Cara Ridho Habisi Lansia Karena Rokok

terasbanua.com, Banjarmasin - Kasus penganiayaan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) lansia yang mengakibatkan seorang korban meninggal dunia telah mendapatkan titik terang setelah pelaku dinyatakan bukanlah orang dengan gangguan jiwa oleh pihak RSJ Sambang Lihum.



Kini Senin (10/1/2022) pagi Polsekta Banjarmasin Barat menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus tersebut di Mapolsekta Banjarmasin Barat.


Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku bernama M Ridho (26) dihadirkan langsung untuk memperagakan adegan saat ia menganiaya kedua korbannya yaitu M Jaini (71) dan Masrah (69).


Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Faizal Rahman, melalui Kanit Reskrim, Ipda Hendra Agustian Ginting mengatakan  total adegan dalam kasus yang terjadi pada Sabtu (6/11/2021) itu ada sebanyak 20 adegan.


"Pelaku melukai korbannya terjadi dalam beberapa adegan, yakni adegan ke 8, 10, 12, 13, 15," ucap Ipda Hendra Agustian Ginting.


Ia menjelaskan motif insiden berdarah tersebut bermula ketika pelaku hendak mengutang rokok di kios milik korban dan pelaku tersinggung dengan kata-kata korban.


"Pada adegan ke 4, korban M Jaini berkata bahwa pelaku ngerokok terus. Ucapan itu kemudian membuat pelaku tersinggung, sehingga pulang ke rumah mengambil mandau untuk melukai korbannya," terangnya.


Adegan tersebut berawal saat tersangka baru bangun tidur di rumahnya. Selanjutnya pada adegan kedua pelaku mendatangi kedua korban yang sedang duduk diwarung depan rumahnya, dengan maksud ingin berhutang rokok.


Pada adegan ketiga pelaku mengatakan bahwa ia ingin meminta rokok dan mendengar itu M Jaini pada adegan keempat mengatakan bahwa si pelaku ini selalu berhutang rokok dan menolaknya.


Tersinggung dengan hal tersebut, pada adegan kelima dan enam pelaku langsung pulang kerumahnya dan segera mengambil senjata tajam (Sajam) jenis mandau miliknya.


Adegan ketujuh, delapan dan sembilan pelaku dengan membawa mandau mendatangi M Jaini dan saat berhadapan tersangka langsung menyerang pada bagian kepala korban dengan senjata tajam yang ia bawa tadi, hingga membuat Jaini terjatuh ke tanah.


Pada adegan ke 10, pelaku kembali menyerang korban berkali-kali dengan sajam ke tubuh korban yang terjatuh. Sementara korban hanya dapat menangkis serangan tersebut dengan kedua tangannya.


Pada adegan ke 11,12, dan 13 tersangka mendatangi korban lainnya yaitu istri Jaini, Masrah dan langsung menyerang Masrah dengan sajam ke bagian kepala dan bagian kelingking tangan sebelah kanannya.


Setelah terkena serangan tersebut, lantas Masrah langsung menjauhi tersangka yang saat itu masih memegang sajamnya.


Pada adegan 15, tersangka kembali mendatangi Jaini yang masih terduduk ditanah dan menyerang tubuh korban dengan sajamnya berkali kali.


Tak lama kemudian, pada adegan 16 saksi yang bernama Sangaji, yang merupakan warga setempat melihat kejadian tersebut.


Pada adegan 17 dan 18, Sangaji sempat berniat ingin menolong korban dari amukan tersangka, namun belum sempat menolong, ia juga kabur kedalam rumah, lantaran ingin diserang tersangka dengan sajamnya.


Selang beberapa waktu, akhirnya pada adengan ke 19 tersangka berhasil diamankan oleh warga dan juga pihak kepolisian. Tersangka bersama dengan barang bukti sebuah sajam diamankan ke Mapolsekta Banjarmasin Barat, untuk diproses lebih lanjut.


Dan terakhir pada adegan ke 20 kedua korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, selang beberapa hari saat mendapatkan perawatan intensif, korban Jaini dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis pada 24 November 2021.


Atas perbuatannya yang menghilangkan nyawa orang lain, M Ridho kini terancam 15 tahun penjara sesuai dengan yang diatur dalam pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.


(Krisna)

22 tampilan0 komentar