Adanya Aturan Wajib Bervaksin, Ibnu Sina Utamakan Kesadaran Warga Sendiri

terasbanua.com, Banjarmasin - Mengenai adanya aturan wajib vaksinasi bagi masyarakat yang menjadi sasaran. Sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 14 Tahun 2021.

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada lansia yang ikut vaksinasi massal beberapa waktu lalu (dokumentasi). Foto Hamdiah

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku masih belum menerima usulan rencana pemberlakuan tersebut.


Dimana sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin telah mengusulkan adanya pemberlakuan aturan tersebut.


"Masih belum masuk kepada saya," ucapnya saat ditemui awak media di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Selasa (28/9/2021).


"Kami juga minta aturannya seperti apa, karena sekilas yang saya lihat itu undang-undang karantina kesehatan," imbuhnya.


Meskipun ada kebijakan tersebut, untuk saat ini pihaknya hanya mengharapkan kesadaran masing-masing warga untuk bervaksin. Tanpa ada unsur paksaan.


"Kalau misalnya aplikasi peduli lindungi sudah kita laksanakan. Mau masuk di pusat perbelanjaan, mau masuk mall, mau ke pelayanan publik ya harus mengunakan aplikasi itu. Kalau belum divaksin bakal susah," jelasnya.


"Termasuk juga perjalan antara kota antar provinsi. Apalagi pakai pesawat ya itu pasti diberlakukan aplikasi peduli lindungi, sehingga memerlukan yang namanya sertifikat vaksin," tambahnya.


Adapun untuk sanksi yang akan dijatuhkan pada masyarakat yang menolak vaksin. Menurut Ibnu Sina sifat sanksi tersebut hanya pilihan saja. Meskipun daerah lain sudah mulai memberlakukan aturan tersebut.


"Iya bisa juga seperti itu tapi untuk Banjarmasin kita lebih mengutamakan dulu kesadaran warga. Kalau misalnya nanti sulit otomatis dengan sendirinya juga akan bervaksin," pungkasnya.


Diketahui, hingga saat ini capaian vaksinasi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini sudah mencapai 47 persen.

Kemungkinan dalam waktu dekat capaian vaksinasi untuk memenuhi indikator penetapan level di Banjarmasin bisa terpenuhi dengan cepat.


Disisi lain, dari hasil evaluasi perkembangan terbaru dari kebijakan PPKM di luar daerah Jawa dan Bali. Kota Banjarmasin disebut telah lepas dari level 4 yakni turun menjadi level 2.


(Hamdiah)

3 tampilan0 komentar