Ada Kabar Perintah Merekayasa Data Capaian Vaksinasi Lansia Oleh Plt Kadinkes, Doyo Angkat Bicara

terasbanua.com, Banjarmasin - Munculnya kabar perintah untuk merekayasa data capaian vaksinasi lanjut usia (lansia) agar capai target di Kota Banjarmasin. Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi pun angkat bicara.



Melalui jumpa pers kepada awak di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (10/3/2022). Doyo menegaskan bahwa kabar tersebut tidak lah benar.


Kalaupun ada perintah, dirinya hanya meminta kepada seluruh kepala puskemas untuk melakukan upaya-upaya dan strategi khusus, agar angka capaian vaksinasi lansia bisa naik menjadi 60 persen.


"Bukan perintah memanipulasi data menjadi 60 persen. Saya juga orang baru disitu, yang mengurus data saya juga tidak tahu siapa. Jadi mau perintah siapa saya?," ucapnya.


Walaupun ia bukan orang yang ahli dalam bidang kesehatan, tetap saja pengubahan data harus melalui prosedur. Tidak asal begitu saja dirubah, apalagi sampai direkayasa.


"Toh dilihat angkanya juga masih 52 persen bukan 60. Makanya aneh-aneh saja itu," tuturnya.


Menurutnya, memberikan motivasi dan semangat kepada nakes, agar bisa segeranya mempercepat capaian vaksinasi lansia tersebut adalah hal wajar.


"Tidak ada perintah memasukkan data yang belum disuntik ke data capaian vaksinasi lansia agar 60 persen. Itu tidak ada dan saya merasa terfitnah," tegasnya kembali.


Barangkali, lanjutnya perintahnya tersebut di salah tafsirkan oleh nakes yang menilai untuk target vaksinasi lansia bisa tercapai cepat melalui merekayasa data.


"Mungkin daya tangkapnya begitu, tapi yang jadi pertanyaan kenapa tidak internal dulu dikonfirmasi semestinya," tandasnya.


Ia juga menegaskan bahwa menjabat sebagai Plt Kadinkes dirinya tidak mempunyai tujuan atau pun kepentingan untuk diri sendiri.


Sehingga menurutnya, menaikkan persentase capaian vaksinasi lansia dengan merekayasa data sangatlah tidak masuk akal.


"Tapi yang jelas sebagai Plt, tidak punya kepentingan dan tidak punya kebanggan untuk memaksakan naik. Untuk apa juga kalau fakta tidak benar?," pungkasnya.


(Hamdiah)

6 tampilan0 komentar