• Krisna

94,4 kg Narkotika Dibakar, Kapolresta Banjarmasin: Tersangka Dan Bandar Segera Bertobat

terasbanua.com, Banjarmasin - Polresta Banjarmasin memusnahkan sejumlah barang bukti narkotika dengan cara dibakar menggunakan mesin incinerator di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ansari Saleh pada Rabu (10/2/2021) pagi.

Pemusnahan barang bukti narkotika seberat 94,4 kg, pengungkapan kasus Desember sampai Januari oleh Polresta Banjarmasin di RSUD Ansari Saleh. Foto: Krisna
Pemusnahan barang bukti narkotika seberat 94,4 kg, pengungkapan kasus Desember sampai Januari oleh Polresta Banjarmasin di RSUD Ansari Saleh. Foto: Krisna

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan didampingi Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Wahyu Hidayat SH MH.


Kombes Pol Rachmat Hendrawan mengatakan barang bukti narkotika tersebut dari pengungkapan bulan Desember hingga Januari yang peredarannya berhasil digagalkan oleh Polresta Banjarmasin.


Dimana berat total barang bukti narkotika yang dimusnahkan 94.424,11 gram/94,4 kg dengan rincian sabu seberat 85.397,59 gram/85,4 kg, 29.996 butir ekstasi seberat 8.998 gram/9 kg dan ganja seberat 27,8 gram, semua barang bukti tersebut dimusnahkan langsung didepan 14 orang tersangka pengungkapan kasus tersebut.


"Sabu ini memang semakin merajarela, beredarnya sabu ini sebelumnya akan digunakan untuk malam tahun baru dimana sabu tersebut berasal dari Sumatera, Jakarta, lalu Surabaya hingga akhirnya tiba di Banjarmasin," ucap Kapolresta Banjarmasin.


Ia menegaskan pihaknya tidak segan menindak tegas para bandar yang berani mengedarkan narkoba di Banjarmasin.


"Kepada para tersangka dan bandar saya imbau agar segera bertobat, kalau memang berhubungan sekali lagi kita tidak akan segan segan untuk menembak di tempat," tegasnya.


Kapolresta Banjarmasin juga menjelaskan dengan adanya pengungkapan kasus dari bulan Desember sampai Januari ini, pihaknya dapat menyelamatkan 1.310.963 jiwa dari bahaya narkotika.


"Jumlah tersebut didapatkan dengan perhitungan jika pemakaian satu gram bisa dipakai 15 orang dan 1 butir ekstasi 1 orang, jumlah tersebut hampir dua kali lipat penduduk kota Banjarmasin," tutur perwira menengah tersebut.


Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin, Tjakra Suryana Eka Putra menyebutkan bahwa tuntutan hukum para tersangka akan dilihat fakta persidangannya, namun berdasarkan barang bukti yang ada bisa diperkirakan tuntutannya.


"Seperti satu gram aja bisa 4 tahun penjara dan ekstasi 5 tahun penjara apalagi 93 kg bisa sampai 15 tahun keatas bahkan seumur hidup, jika faktanya di lapangan meskipun dia kurir namun berperan, contohnya meski kurir masa dia gak tau barang sebanyak itu buat apa, nah itu di fakta persidangan terungkap," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin.


(Krisna)

44 tampilan0 komentar