400 Hektar Lahan Disediakan Untuk Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Mantuil

terasbanua.com, Banjarmasin - Seluas 400 hektar lahan kawasan pengambangan industri telah disediakan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.



Dimana kawasan tersebut nantinya dikembangkan sebagai kawasan industri sesuai dengan konsep tata ruang industri.


"Kawasan ini akan dikembangkan sesuai dengan perencanaan kota. Baik itu kawasan industri, pergudangan, manufaktur dan juga kawasan industri terpadu Mantuil yang sudah disiapkan di area sekitar Trisakti dan sekitarnya termasuk 400 hektar kawasan pengembangan sakti baru," ungkap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina kepada awak media, Kamis (24/2/2022).


Lebih lanjut, Ibnu menjelaskan bahwa pembangunan kawasan industri terpadu Mantuil ini merupakan program dari Kementrian untuk 70 Kabupaten/Kota se-Indonesia dalam rangka percepatan pengembangan aplikasi OSS (Online Single Solution) terkait dengan perizinan investasi.


"Dan itu implementasi juga dari UU Cipta Kerja" ujarnya.


Adapun dalam pelaksanaannya, pembangunan maupun perizinan di kawasan perindustrian tidak lagi memerlukan izin dari warga sekitar ke depannya. Pasalnya mekanisme perizinan sudah bisa melalui sistem teknologi.


"Karena nanti tidak ada lagi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) maka diganti dengan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan nantinya jika ada masyarakat yang ingin membangun gudang dikawasan industrial tidak perlu lagi meminta izin kiri kanan, cukup ajukan di aplikasi aja nanti," terangnya.


Asalkan, lanjutnya sesuai dengan peruntukkan. Jika perizinan sesuai dengan yang telah diajukan melalui aplikasi maka hasilnya pun akan langsung keluar dan sebaliknya jika tidak sesuai.


Tentunya aplikasi OSS ini lebih mempermudah masyarakat, karena memangkas sekian banyak prosedur birokrasi pendirian bangunan.


"Itu memangkas sekian banyak birokrasi yang ada dan OSS bisa dilaksanakan," pungkasnya.


Diakuinya secara keseluruhan program tersebut dibiayai langsung oleh APBN dan dilaksanakan Pemko Banjarmasin di tahun ini.


"Biayanya dari APBN karena ini program prioritas Kementrian dan kita akan laksanakan di tahun ini," tutupnya.


(Hamdiah)

28 tampilan0 komentar