2 Jam Tertindih Reruntuhan Rumah, Beruntung Aminah dan Anaknya Berhasil Diselamatkan Warga

terasbanua.com, Banjarmasin - Nasib malang tak bisa dihindari, rumah yang di tempati satu keluarga oleh Siti Aminah ambruk akibat hujan deras disertai angin kencan pada Minggu (1/8/2021).

Kondisi rumah Aminah yang telah ambruk diterpa hujan deras dan angin kencang pada Minggu (1/8/2021) lalu.

Aminah menceritakan awal mula ia bersama anak bungsunya saat itu rebahan di dalam rumah. Namun menjelang magrib ia merasakan rumahnya mulai bergoyang yang disebabkan karena hujan deras disertai angin kencang.


Tak berapa lama rumah pun roboh hingga reruntuhan rumah itu menindih ia dan anaknya selama 2 jam lama.


Beruntungnya setelah itu warga sekitar menyadari teriakan minta tolong Aminah dan segeranya mengeluarkan keduanya dari reruntuhan rumah.


"Saat kejadian itu saya langsung teriak 'mama toloooong'. Karena saya dan dua anak saya sempat tertindih. Kebetulan saat itu suami saya sedang di luar rumah. Lalu saya telepon Ibu saya," ucap kepada rekan media saat ditemui, Senin (2/8/2021)


Diketahui, rumah yang di tempati Aminah yang sehari-hari berprofesi sebagai pengangkut sampah ini bukanlah miliknya melainkan rumah sewa yang telah lama ia tempati bersama keluarga.


Akibat kejadian tersebut, mereka sekeluarga pun terpaksa numpang tidur di halaman sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) MIKA untuk sementara waktu. Pasalnya, rumah yang mereka diami berada di lingkungan sekolah tersebut.


Mengingat rumah sudah hampir rata dengan tanah, Aminah bersama suami dan dua akan tinggal bersama ke kediaman orang tuanya yang berlokasi di Manarap.


Sementara itu Lurah Sungai, Jainuddin mengakui, bahwa warganya ini memang tergolong warga tidak mampu. Namun sayangnya, Ia tidak bisa memberikan bantuan bedah rumah lantaran bukan milik pribadi melainkan rumah sewa.


"Kita sudah koordinasi dengan Dinas Sosial untuk bantuan bedah rumah. Tapi tanah dan bangunan bukan milik pribadi. Untuk bantuan lain sudah menerima, seperti jaminan kesehatan, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT)," tuturnya, saat ditemui awak media.


Pihaknya hanya bisa menyediakan rumah singgah yang berlokasi di jalan Lingkar Basirih untuk dijadikan sebagai tempat tinggal sementara waktu.


Disinggung apakah tidak bisa menyewakan rumah sementara, Ia mengaku tidak memiliki anggaran untuk semua itu. Pasalnya semua pendanaan ada di kecamatan, berbeda halnya dengan desa yang memiliki dana tersendiri.


"Sudah disini sejak 2014. Kami minta untuk ke rumah singgah tapi yang bersangkutan keberatan karena pekerjaannya juga disini," akhirnya.


(Hamdiah)

0 tampilan0 komentar