14 Kelurahan di Banjarmasin Jadi Prioritas Pemko Banjarmasin dalam Percepatan Penurunan Stunting

terasbanua.com, Banjarmasin - Kasus stunting pada anak balita masih menjadi persoalan serius yang dihadapi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.



Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebutkan bahwa ada 14 Kelurahan di Kota Banjarmasin yang angka stunting masih tinggi saat ini.


Adapun 14 Kelurahan yang dimaksud ialah, Teluk Dalam, Gadang, Pekapuran Laut, Mantuil, Kelayan Barat, Pemurus Dalam, Murung Raya, Pekauman, Tanjung Pagar, Antasan Kecil Timur, Kuin Cerucuk, Telaga Biru, Banua Anyar dan Sungai Bilu.


"Makanya dari 14 kelurahan itu perlu dilakukan penanganan segera agar anak-anak tidak tumbuh kerdil karena stunting," ucap Ibnu seusai acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Rabu (29/6/2022).


Menurut Ibnu, penting segeranya dilakukan penanganan terhadap stunting itu. Mengingat dampak dari stunting sendiri sangat berpengaruh pada masa depan anak nantinya.


Bisa saja menurutnya lagi, kondisi itu akan menjadi bullyan anak diusianya nanti. Sehingga sedini mungkin langsung dilakukan penanganan khusus.


Maka dari itu, Pemko Banjarmasin dengan mengandeng beberapa stakeholder terkait langsung turun melakukan upaya pencegahan stunting anak di Kota Banjarmasin.


"Harus kayuh baimbai, kerja sama untuk menurunkan angka stunting itu," ujarnya.


Di samping itu, ia menjelaskan bahwa kasus stunting ini umumnya sering terjadi pada keluarga yang secara taraf ekonomi menengah ke bawah serta anak yang tidak terlalu diperhatikan orang tuanya.


Dalam momentum Harganas ini, orang nomor satu di Kota Banjarmasin tersebut mengajak seluruh warga untuk menjaga keluarga, menjadi keluarga tangguh, kuat dan sehat.


"Ayo lindungi keluarga dari stunting," tutupnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga, Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfian Noor menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan aksi penanganan stunting dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting dan Tim Audit Stunting.


"Memang banyak kebijakan-kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk percepatan penurunan angka stunting," kata Helfian.


Dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Banjarmasin sendiri, Pemko Banjarmasin telah menghadirkan program delapan aksi.


Adapun pihaknya fokus pada aksi empat dan lima. Aksi empat sendiri yakni mengeluarkan peraturan Wali Kota terkait dengan peran kelurahan dalam penurunan penanganan stunting.


Sedangkan aksi lima ialah kader-kader pemberdayaan masyarakat yang telah dibina untuk melakukan pendataan. Mulai dari keluarga calon pengantin ataupun ibu hamil serta kondisi lingkungannya.


"Nanti oleh SKPD di lingkungan Pemko Banjarmasin yang masuk dalam Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting yang akan melakukan intervensi," ungkapnya.


Misalnya terkait masalah sanitasi, persoalan itu nantinya ditanggulangi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin serta persoalan lainnya yang juga dilakukan SKPD terkait.


Ditargetkan di tahun 2022 ini, penurunan kasus stunting di Kota Banjarmasin bisa mencapai 15 persen.


"Kita terus berkolaborasi dengan seluruh SKPD di lingkungan Pemko Banjarmasin dan juga provinsi," tutupnya.


Hamdiah

9 tampilan0 komentar