107 Bantuan Paket Sembako Disalurkan Wali Kota Banjarmasin Kepada Penyandang Disabilitas

terasbanua.com, Banjarmasin - Sebanyak 107 paket sembako bantuan diserahkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kepada penyandang disabilitas di Kota Banjarmasin.



Bantuan paket sembako berupa 1 liter minyak goreng, 2 kilogram gula pasir, 10 bungkus mie dan lainnya diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (16/4/2022).


Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan paket bantuan sembako yang diserahkan kepada penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Banjarmasin.


"Hari ini diserahkan secara simbolis kepada penyandang disabilitas yang juga terdaftar DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) di Dinsos," ucapnya usai menyerahkan paket bantuan sembako.


"Nanti diserahkan langsung kepada yang bersangkutan," imbuhnya kembali.


Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa bantuan ini tidak hanya diberikan kepada penyandang disabilitas saja. Tapi juga kepada warga yang terdaftar dalam DTKS di Dinsos Kota Banjarmasin.


"Keseluruhan ada seribu paket sembako yang disiapkan Dinsos, 107 diantaranya itu untuk penyandang disabilitas," terangnya.


Orang nomor satu di kota berjuluk Seribu Sungai ini berharap, bantuan yang diagendakan secara rutin ini bisa membantu para penerima, terutama penyandang disabilitas di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.


"Semoga bantuan ini bermanfaat. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini" tuturnya.


Sementara itu, Ketua PPDI Kota Banjarmasin, Slamet, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Pemko terhadap penyandang disabilitas melalui bantuan yang diberikan.


"Jadi sedikit terbantu dengan adanya bantuan paket sembako ini dalam menghadapi bulan puasa ini," kata Slamet.


Ia mengungkapkan selama pandemi Covid-19, pekerjaan mereka sedikit terhambat dengan aturan social distancing yang diberlakukan Pemko.


"Yang jelas itu sangat membatasi gerak dan pekerjaan kami. Sehingga kami memerlukan bantuan-bantuan seperti ini," akhirnya.



Hamdiah

1 tampilan0 komentar